Pengertian Teknologi Mobil Self-Driving

Pengertian Teknologi Mobil Self-Driving

Pengertian Teknologi Mobil Self-Driving – Kemajuan teknologi dalam kehidupan manusia kini semakin maju dan nyata. Ada beberapa inovasi luar biasa yang mempengaruhi seluruh aspek masyarakat dan aktivitas di berbagai negara. Penemuan-penemuan baru ini juga memberikan dampak positif dan dapat mendukung aktivitas manusia ke arah yang lebih baik. Terlepas dari beberapa hal yang sebelumnya dianggap sulit, dapat dimudahkan dengan hadirnya teknologi terkini dan kerjasama dengan hal-hal yang sudah ada.

 

Pengertian Teknologi Mobil Self-Driving

Pengertian Teknologi Mobil Self-Driving

gramorokkaz – Saat ini perkembangan teknologi khususnya pada industri otomotif sangatlah mencolok. Mobil masa kini telah mengalami perubahan yang luar biasa. Mereka memiliki desain futuristik, mesin lebih bertenaga, interior ramah lingkungan, dan teknologi canggih. Mobil listrik menjadi salah satu inovasi utama, dan teknologi kendaraan otonom terus dikembangkan sebagai terobosan selanjutnya.

Apa yang dimaksud dengan mobil tanpa pengemudi? Apa saja manfaat dari teknologi otomotif ini? Apakah ada risiko dalam penerapan teknologi keselamatan jalan raya? Baca penjelasan selengkapnya di bawah ini!

Untuk mengetahui konsep dan teknologi mobil self-driving atau mobil self-driving

Mobil otonom atau biasa disebut. mobil self-driving adalah mobil yang teknologinya memungkinkan mobil tersebut bergerak secara otomatis tanpa peran manusia. sebuah roda Kemampuan teknologi tersebut merupakan hasil perpaduan beberapa sensor untuk memahami lingkungan sekitar mobil. Ini sangat mirip dengan radar, sistem penentuan posisi global (GPS), sonar atau unit pengukuran inersia. Selain teknologi tersebut, mobil juga memiliki sistem kendali yang cukup canggih dalam menerjemahkan informasi sensorik untuk mengidentifikasi jalur navigasi yang benar.

Dengan bantuan teknologi ini, mobil dapat memeriksa marka jalan, lampu lalu lintas, rambu lalu lintas, memeriksa lokasi kendaraan lain dan juga pejalan kaki dengan bantuan kamera sensor yang dipasang di dalam kendaraan, dan menggunakan komputer analog sebagai sinyal pengolahan. Teknologi self-driving ini juga memiliki pendeteksi cahaya dan sensor jarak yang memproyeksikan gelombang cahaya di sekitar mobil untuk mengukur jarak dan mendeteksi tepi jalan.

Mobil otonom juga memiliki perangkat lunak canggih yang mengubah masukan sensorik, merencanakan rute perjalanan, dan memberikan instruksi kepada aktuator mobil untuk mengontrol akselerasi, pengereman, dan kemudi mobil saat berkendara. Teknologi ini juga dilengkapi algoritma yang menyediakan penghindaran rintangan, pemodelan prediktif, dan deteksi objek untuk membantu perangkat lunak mengikuti peraturan lalu lintas dan menavigasi rintangan dengan benar.

 

Baca juga : Smart City Solusi Digital untuk Masa Depan

 

Seberapa amankah mengendarai mobil tanpa pengemudi?

Teknologi mobil self-driving seringkali menimbulkan pertanyaan mengenai keselamatan penumpang. Keselamatan berlalu lintas dan berkendara memang menjadi hal penting yang harus ada dalam sebuah mobil. Selain itu, teknologi kompleks ini mewujudkan sistem mobil yang bisa bergerak tanpa pengemudi. Meski demikian, sistem self-driving diharapkan dapat menjamin kenyamanan dan keamanan berkendara.

Keunggulan Sistem Self-Driving

Dapat Mengurangi Kecelakaan

Salah satu faktor penyebab kecelakaan lalu lintas adalah human error. Seringkali masyarakat melakukan kesalahan saat berkendara, seperti mengantuk, bermain gawai saat berkendara, tidak konsentrasi, dan lain-lain. Faktor inilah yang menjadi penyebab terbesar terjadinya kecelakaan lalu lintas. Inilah salah satu alasan terciptanya sebuah mobil.

Sistem operasi mobil self-driving dapat mengurangi kecelakaan lalu lintas. Berkat kemampuan teknisnya yang canggih, mobil otonom ini dapat menganalisis dan menentukan lokasi marka jalan, rambu dan lampu lalu lintas, serta lokasi orang dan kendaraan lain di sekitarnya. Selain itu teknologi yang dihadirkan juga dapat memberikan navigasi yang akurat pada mobil. Oleh karena itu, mobil self-driving dapat mengurangi angka kecelakaan yang disebabkan oleh kelelahan pengemudi, kehilangan konsentrasi dan gangguan lainnya.

Arus perjalanan dan lalu lintas akan menjadi lebih efisien

Mobil yang dilengkapi sistem self-driving ini akan otomatis terhubung dan berkomunikasi dengan mobil otonom lainnya melalui jaringan komputer. Konektivitas ini memungkinkan analisis real-time untuk membantu sistem menentukan rute perjalanan terbaik dan bahkan menghitung kecepatan dan jarak yang digunakan antara kendaraan lain dalam lalu lintas pada jam sibuk.

Fitur ini dapat digunakan untuk meningkatkan arus lalu lintas. Hal ini dapat terjadi karena adanya koordinasi timbal balik antara mobil-mobil yang dikendalikan oleh sistem, sehingga arus kendaraan menjadi lebih teratur dan permasalahan lalu lintas dapat teratasi.

Lebih ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas

Setiap orang berhak atas ruang yang memadai dan dapat digunakan. Hal ini berlaku bagi seluruh masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa para lansia dan penyandang disabilitas merasa kesulitan dalam mengendarai mobil. Tidak jarang pula kondisi dan situasi tertentu menghalangi lansia dan penyandang disabilitas untuk mengemudi dengan benar.

Hal ini dapat diatasi dengan mobil otonom atau self-driving. Kendaraan ini dinilai lebih aman dan ramah bagi lansia dan penyandang disabilitas. Fitur-fitur yang diberikan sistem canggih ini mampu mengurangi hambatan yang dihadapi para lansia dan penyandang disabilitas saat mengemudi atau mengoperasikan kendaraan. Sistem ini memungkinkan para lansia dan penyandang disabilitas dapat duduk dengan nyaman tanpa harus berkendara untuk sampai ke sana dengan aman.

Potensi risiko dan kerugian dari mobil self-driving

Setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Hal ini juga berlaku pada segala sesuatu yang diciptakan manusia. Sebagai sebuah teknologi mobil self-driving, sistem self-driving ini juga memiliki beberapa kekurangan atau potensi risiko yang mungkin timbul saat menggunakannya. Berikut penjelasannya.

Sulit beradaptasi dengan kota yang padat dan kondisi cuaca ekstrem

Sistem otomotif ini sepenuhnya mengendalikan mobil tanpa bantuan kru atau pengemudi. Artinya, sistem dapat menganalisis kondisi sekitar untuk menghidupkan dan menghentikan mobil. Respon sistem juga menyesuaikan dengan kondisi dan situasi sekitar mobil saat berkendara di jalan raya. Namun ada beberapa hal yang menjadi pengecualian atau menghambat sistem ini untuk bekerja secara maksimal.

Teknologi mobil otonom ini masih belum bisa bekerja dengan baik di kawasan atau kota yang semrawut dan padat. Tak hanya itu, mobil otonom pun tidak tampil maksimal meski dalam kondisi cuaca ekstrem. Misalnya, jika mobil self-driving sedang melaju dalam cuaca bersalju ekstrem, sistem tersebut berpotensi merusak sistem identifikasi dan navigasi mobil.

 

Baca juga : Giovanna Engelbert Popularized Swarovski’s Cultural Flash

 

Potensi Masalah Peretasan dan Keamanan Siber

Keselamatan berkendara dan lalu lintas dapat dipastikan dengan teknologi mobil otonom yang canggih. Namun, lain halnya jika kita berbicara tentang keamanan sistem itu sendiri. Mobil otonom mengandalkan komputer untuk beroperasi. Hal ini menandakan bahwa sistem ini terintegrasi dengan koneksi digital yang dapat menjadi korban peretasan atau kejahatan dunia maya lainnya.

Mobil yang dikendarai sepenuhnya dengan sistem ini tetap membuka peluang besar bagi orang lain untuk terhubung dengan mobil tersebut. Oleh karena itu, diperlukan penelitian dan pemecahan masalah lebih lanjut untuk mencegah masalah ini.

Kehilangan pekerjaan sebagai pengemudi

Kehidupan manusia saat ini tentunya menjadi lebih praktis dengan bantuan berbagai cara yang tersedia dalam memenuhi kebutuhan hidup. Hal ini tidak lepas dari industri transportasi yang setiap harinya masih beroperasi dengan cara yang berbeda-beda. Berbagai profesi yang berhubungan dengan mengemudi pun bermunculan, seperti supir pengantar paket, supir taksi online, supir pribadi, dan lain-lain. Namun, hal ini bisa berubah secara dramatis dengan teknologi mobil otonom.

Bukan tidak mungkin banyak orang yang bekerja di bidang truk, angkutan umum, dan layanan pengiriman akan digantikan oleh mobil otonom di masa depan. Profesi pengemudi digantikan dengan sistem yang canggih, karena mobil tersebut tidak perlu lagi dikendarai oleh manusia.

Kemungkinan Dilema Keputusan Moral

Memang, sistem canggih mobil otonom ini dapat menganalisis dengan baik situasi sekitar untuk memastikan keselamatan berkendara. Namun kecerdasan buatan ini tidak memiliki kemampuan untuk membuat penilaian moral seperti pikiran manusia. Sistem tidak dapat mempertimbangkan mana yang baik dan buruk, mana pilihan terbaik dan terburuk dalam situasi dan kondisi perjalanan tertentu.

Contoh studi kasus adalah ketika sebuah mobil yang dilengkapi teknologi otonom mencoba menghindari suatu benda di depannya, secara otomatis ia memilih untuk meninggalkan jalan raya. Faktanya, keputusan ini dapat membahayakan pengemudi dan pengemudi lainnya.

Masa depan mobil tanpa pengemudi

Saat ini beberapa negara tetangga Indonesia sudah mengadopsi sistem mobil ini. Misalnya, Singapura memiliki armada nuTonomy, perusahaan ride-hailing pertama yang disetujui oleh pemerintah Singapura untuk menguji mobil self-driving di jalan umum. Sistem ini telah beroperasi secara komersial sejak tahun 2018.

Berkat adanya sistem ini, terdapat beberapa layanan rental mobil self-driving di Amerika Serikat (AS) yang memenuhi kebutuhan masyarakat. Layanan ini bekerja layaknya taksi dengan tugas mengangkut penumpang, namun mobilnya tidak dikemudikan oleh pengemudi. Beberapa perusahaan AS yang menawarkan layanan ini antara lain Uber, Waymo, dan Lyft.

Indonesia belum menerapkan sistem mobil tanpa pengemudi karena memerlukan penelitian ekstensif mengenai kondisi jalan, kebiasaan pengemudi, dan infrastruktur yang tidak memadai. Namun, kemungkinan untuk mencoba sistem ini di masa depan tidak dapat diabaikan.

Berikut penjelasan detail mengenai mobil otonom atau self-driving, salah satu inovasi luar biasa dalam dunia otomotif. Kecanggihan teknologi perlahan mengubah segalanya dalam kehidupan manusia. Beradaptasi terhadap perubahan ini diperlukan untuk menyeimbangkan kemajuan dan terus produktif dengan menggunakan teknologi yang tepat. Selain itu, dalam hal teknologi mobil otonom, masyarakat harus mempertimbangkannya secara bijak dalam proses penerapannya agar teknologi tersebut dapat memberikan manfaat yang tepat bagi masyarakat.